Selasa, 28 Februari 2012

Allow your imagination dancing around your head... it may the best step to rebuild ...
No body will understand what happened in our life, wether they care or not. i am not a prophet, so i shouldn't being followed.
Life is never flat. but i choose to stay in the slum of my place ....

Rabu, 22 Februari 2012

Apologize

I don't mean to hurt you ...

Peran Pemuda


Pembukaan
Perjalanan pergerakan pemuda selalu menjadi perhatian. Nafas baru, pemikiran baru, dan gagasan baru selalu menjadi produk bagi yang dibawa kaum muda. Bahkan, lahirnya Negara ini pun bermula dari pergerakan kaum muda. Pemuda selalu menjadi harapan, bagi mereka yang menginginkan perubahan.
Meski pergerakan pemuda selalu mengundang perhatian, nyatanya permasalahan yang terjadi saat ini menuntut lebih banyak solusi dan penyelesaian. Beban yang ditanggung kaum muda zaman sekarang lebih rumit dan kompleks.
Isi
1.      Tinjauan Sejarah
Sejak lahirnya negeri ini kealam kemerdekaan, Indonesia tidak henti-hentinya mengalami banyak permasalahan. Dari mulai korupsi, kasus suap, perdagangan manusia, penggunaan narkoba, terorisme, dan sejumlah permasalahan lain yang tak kunjung reda. Namun itu semua tidak menyurutkan semangat kaum muda untuk terus berkarya dan berjuang. Tak aneh, bila Soekarno menyatakan “beri aku sepuluh pemuda Indonesia, akan ku guncangkan dunia”.
Sebut saja prestasi pemuda tempo dulu. Soekarno muda yang sudah berani tampil menggugat pemerintahan kolonial. Bung Hatta yang menjadi aktivis Perhimpunan Indonesia. Syahrir yang menjadi perdana menteri Indonesia. Dan saat ini, banyak para pemuda yang enggan diam dan menerima keadaan tanpa berbuat. Sebut saja Iman Usman yang menjadi penggagas Indonesian Future Leaders yang pernah menyampaikan pidato dalam konferensi kepemudaan di PBB, Leonardo Kamilius yang mendirikan Koperasi Kasih Indonesia, Sandiaga S Uno yang menjadi pengusaha sukses saat usianya yang masih relatif muda. Indonesia selalu menelurkan pemuda-pemudi yang berkualitas. Bagaimanapun permasalahannya.
2.      Sekilas Permasalahan Bangsa
Namun kenyataannya, kita tidak bisa menutup mata akan permasalahan yang terjadi dikalangan pemuda. Banyak pemuda yang jatuh dalam keterpurukan. Angka putus sekolah masih menempati posisi tinggi. Remaja yang hamil diluar nikah masih dalam jumlah besar. Kasus narkoba, pemerkosaan, bahkan menyontek ketika  ujian pun masih menjadi topik hangat bila dibicarakan.
Ditengah permasalahan yang terjadi, tanpa menutup mata pemuda masih memiliki kesadaran tinggi akan suatu perubahan. Pemuda masih menjadi barisan terdepan dalam setiap perubahan. Tetapi,melihat kondisi yang terjadi, pemuda perlu mengatur ulang kembali pola pikir dan sikapnya. Karena tantangan  yang dihadapi sangat rumit dan kompleks.
Meninjau permasalahan bangsa yang terjadi akhir-akhir ini, kita seolah disuguhi dengan penampilan sandiwara apik dan terencana. Pemimpin yang kita pilih kelihatannya tidak mampu menjadi figur utuh seperti apa yang diharapkan. Tak jarang kita menemukan para pemimpin suatu golongan yang menjadi tersangka pada suatu kasus. Krisis figur adalah masalah kita. Kita membutuhkan sosok ideal yang mampu memberikan inspirasi dan menjadi panutan.
Maraknya berbagai kasus yang terjadi saat ini bukan saja dilakukan oleh kaum yang tergolong rendah kualitas pendidikannya.  Pendidikan tinggi seolah tidak menjadi jaminan dalam berbuat dan berperilaku baik. Korupsi dan penyuapan tidak mungkin dilakukan oleh mereka yang tidak tahu keuangan. Jual beli narkoba tidak mungkin dilakukan oleh orang tidak mengerti buruknya bagi kesehatan dan nalar. Ini semua adalah potret sebagian kecil dari permasalahan bangsa yang terjadi.
Ditengah permasalahan yang terus menderu, dan problematika pemuda yang semakin panas, perlu diambil tindakan dan solusi konkret untuk merubah itu semua.
3.      Peran Pemuda Dalam Menyelesaikan Permasalah Bangsa
Meski permasalahan tak kunjung reda, itu semua bukan alasan bagi pemuda untuk diam tanpa membawa sebuah perubahan. Beberapa ide dapat menjadi sebuah solusi untuk dikerjakan diantaranya :
A.     Hidupkan organisasi kepemudaan
Buah kemerdekaan yang kita rasakan adalah hasil dari pergerakan pemuda zaman dulu. Soekarno, Bung Hatta, Agus Salim, Syahrir, dan aktivis lainnya adalah mereka yang menerpa diri dalam kawah organisasi. Organisasi mampu meningkatkan kecerdasan sosial dan mampu melatih mental juga kepekaan. Tentunya, organisasi saat ini harus memiliki sistem dan tatanan lebih maju, juga bervariasi. Kita bisa menghidupkan organisasi kepemudaan, organisasi pecinta lingkungan, organisasi pecinta budaya, dan lain sebagainya.
B.     Samakan persepsi dan tujuan perjuangan
Ini perlu dilakukan dan sangat sensitive. Banyak perbedaan pendapat menjadi bahan adu domba dan perpecahan. Perbedaan persepsi memang tidak dapat dihindari namun mampu diatur dan dijaga. Tujuan untuk membangun bangsa dan bela Negara seyogyanya disadari dengan sungguh-sungguh. Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai forum diskusi atau seminar. Dengan pengadaan diskusi dan pertemuan, kita bisa menyatukan gagasan,  ide, dan menyamakan pandangan disetiap isu-siu yang terjadi. Tak selalu harus bertaraf nasional, diskusi ilmiah dikalangan civitas kampus, remaja masjid, bahkan karang taruna pun dapat menjadi media untuk menyamakan persepsi.
C.     Fokuskan pada pendidikan dan pembentukan karakter
Pemuda tetaplah pemuda. Manusia yang memasuki fase remaja hingga dewasa. Pendidikan dan pembentukan karakter agar kiat dilakukan dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan berkesinambungan. Maraknya perilaku menyimpang dikalangan pemuda adalah bukti dari pembentukan karakter yang kurang maksimal. Sejatinya, pendidikan akan membentuk pemuda menjadi manusia yang ideal dan berakhlak. Pendidikan karakter tidak hanya dilakukan pada kegiatan formal. Banyak kegiatan luar sekolah yang mampu membentuk karekter pemuda. Sebagai contoh, sebut saja gerakan kepanduan, penampilan kreasi seni, kejuaraan, dan berbagai kegiatan luar sekolah. Banyak  pemuda yang memiliki potensi namun tak tersalurkan dikarenakan media yang diselenggarakan terkadang mensyaratkan biaya yang cukup besar. Kegiatan seperti ini dapat dilakukan dimanapun, kapanpun, dan oleh siapapun, asal bukan bertujuan bisnis semata
D.    Lakukan Aksi
Aksi memang bukan segalanya tapi aksi menjadi salah satu opsi yang efektif untuk membuat sebuah perubahan. Sebagai contoh Reformasi tahun 1998 adalah buah dari aksi para mahasiswa. Hal ini terjadi juga di Negara lain. Mesir, Yaman, Tunisia, adalah contoh Negara yang mengalami perubahan karena aksi. Aksi dinilai sebagai solusi terakhir bila perubahan yang diharapakan tak kunjung datang. Namun perlu dipahami, aksi tidak selalu berkaitan dengan demonstrasi. Contoh aksi lain yaitu apa yang dilakukan oleh Indonesian Future Leaders. Mereka membuat sebuah pelatihan demokrasi dan simulasi parlemen agar para pemuda mampu berlatih bersidang secara formal. Aksi adalah dimana kita menentukan suatu permasalahan, lalu kita fokus dan membuat perubahan sesuai bidang yang kita kuasai.
Kami sadar, permasalahan yang terjadi tidak mampu kita rubah secara cepat dan  keseluruhan. Namun peran pemuda saat ini sangat menentukan bagaimana nasib Negara di masa depan. Investasi nilai kebaikan, investai moral, dan investasi pengetahuan tidak akan rugi bila dilakukan sejak saat ini. Sebaliknya, bila investasi tersebut tidak dilakukan sejak saat ini, maka nasib Indonesia di masa depan akan tetap seperti saat ini.
Dari ini semua, pemuda harus mampu menjadi penggerak  yang menggerakan, orang baik yang memperbaiki, dan pejuang yang memperjuangkan.
Penutup
Harapan kami dari penulisan essay ini adalah pemuda agar mampu memperkuat kebersamaan dan tali persaudaraan antar sesama. Eratkan tali silaturrahim dan perbanyak interaksi dalam kebaikan. Pegang erat nilai integritas moral dan selalu berusaha untuk istiqomah dalam menjalankan tugas mulia ini.
Saran kami, tentunya gerakan ini tidak akan terjadi bila tidak ada dukungan dari pihak dan lembaga tinggi. Tentunya kami sebagai pemuda memohon dukungan dari pemerintah dan kamu tua. Saran terakhir, agar ide ini mampu menginspirasi dan membangkitkan semangat kaum muda diseluruh penjuru tanah air. Facebook, twitter, blog dan berbagai media sosial lainnya agar mampu dioptimalkan dengan baik.

Selasa, 21 Februari 2012

Review apa yang terjadi kemarin...

Awalnya saya bingung harus memulai darimana. Mengapa? Karena apa yang saya tulis tidak menentu arah. Kadang tulisan hanya bersifat curahan pikiran, emosi, kisah pendek sehari-hari, atau hanya pendapat akan suatu fenomena. Saya tahu, dalam tehnik menulis hal seperti ini sebaiknya dihindari. Karena menulis yang tidak terfokus akan membuat pembaca kebingungan. Topik yang dibawa-pun juga kadang tidak terprediksi. Oleh karenanya, saya akan mencoba memfokuskan apa yang akan saya tulis. Ya, menulis apa yang dialami sehari-hari. Entah itu cinta, kagum, konyol, semangat, sedih, emosi, asal jangan menghina (meski menghina kadang beda tipis dengan mengkritik), dan tentunya menyimpan hikmah. #gaya-ustad....

Kemarin, seperti biasa saya memulai aktifitas kuliah saya. Matakuliahnya adalah Phonetic and Phonology. Ilmu yang mempelajari tata ucap suatu bahasa berdasarkan organ produksinya. Kali ini kawan saya Robi dan teamnya menjadi First Presenter. Meski kuliah agak delay karena dosen yang telat, secara keseluruhan presentasi dan materi yang dibawakan sangat baik. Keren....

Setelah mata kuliah Phonetic, hanya jeda untuk solat zuhur, saya kembali ke kelas dan mempelajari matakuliah Foundation of Grammar. Matakuliah yang bagi saya sangat menyenangkan. Entah mengapa, sejak berkenalan dengan Grammar pada kelas 3 SMP, saya selalu tertarik dengan yang satu ini. Dengan nilai pun alhamdulillah selalu aman. Grammar menurut hemat saya sama halnya seperti Nahwu dan Shorf. Dan saya mempelajari kedua ilmu itu selama 5 tahun. Grammar 4 tahun, (ketika SMP dan SMA). Semoga saja kesenangan saya akan Grammar tidak membuat saya terlena. Dan semoga nilai yang saya dapat akan memuaskan seperti halnya dulu. Amin....

Apa yang membuat saya sangat "excited" dengan Grammar saat ini? Jujur saja, diajari oleh seorang Guru Besar Linguistik juga seorang Professor memang betul-betul menyenangkan. Sangat menyenangkan. Bahkan saya membayangkan kalau saja setiap matakuliah cara Dosen mengajar seperti beliau, tentu kualitas mahasiswa pun gak jauh beda ama Dosennya.Beliau mengajar "Bahasa Inggris" dengan bahasa pengantar "Bahasa Inggris", dan memahamkan materi dengan "Bahasa Inggris". Apa yang saya pelajari ketika masih di KMI, guru bahasa seharusnya demikian. Bukan mengajari bahasa dengan bahasa yang lain. Memang, latar belakang beliau yang pernah studi di Aussie memberi banyak feedback bagi beliau. But, mau kuliah dimanapun, bila sudah memegang amanah sebagai dosen (apalagi dosen bahasa) seyogianya, bahasa pengantar yang dipakai adalah bahasa yang menjadi pokok pembahasan.

Selesai kuliah, saya bergegas menuju musholla dan menunaikan sholat ashar. Awalnya saya berncana untuk mengikuti English Debate Community. Awalnya ragu sih mau ikut, ngeliat personel debat yang skillnya keren bikin saya agak minder. But, setelah mengikuti kegiatan itu pertama kali, saya merasa ini merupakan tantangan keren. Dan, bismillah akan terus belajar dalam segala hal ...

Hari yang sempurna menurut gue, thanks Allah.....

Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni UPI Bandung

Translate it

ChineseFrenchGermanItalianJapaneseEnglishRussianSpanish